Saat itu, kami adalah murid XI IPA C angkatan darat, ga ga ga, angkatan 07/08 .
Awalnya, kami sangat bahagia mempunyai kelas yang selayaknya kami tempati .
Tapi detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, tiba-tiba kami dikejutkan sesosok mayat, ga ga ga, kami dikejutkan bahwa kami harus pindah ke lab. fisika .
Kami syok ! Syok ringan ! Alias syok berat !
Kami harus pindah ke lab. fisika karena sesuatu hal yg terjadi .
Ya, kami akhirnya pindah dengan hati terbuka daripada ntar kami ga bisa belajar dengan baik .
Mau jadi apa bangsa ini nantinya (sok) .
Tiba-tiba .........
Bapak Drs. Djoko Supratiknjo, selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Pamekasan, berceramah di depan kami .
Pak Djoko benar-benar marah atas kelakuan kami .
Flash back .......
17 anak cowok XI IPA C hobinya main bola .
Ga di luar kelas maupun di dalam kelas .
Kalo di luar kelas sih no problem .
Nah ini masalahnya di dalam kelas saat guru belum masuk u/ mengajar kami (tentunya) .
Dimana ada anak cowok, pasti disitu ada bola .
Dan yang buat 23 anak cewek XI IPA C kesel tuh kalo anak cowok nendang bola dan bola itu mendarat indah di kepala anak cewek .
Otomatis donk, kedondonk, anak cewek pada protes .
Tapi yang namanya anak cowok tetep aja nyantai dan kembali bermain bola dengan semangat 45 .
Kadang kalo anak cowok nendang bola dengan ekstra tenaga super, barang-barang yang menghiasi lab fisika pada jatuh berserakan .
Makanya, kalo anak cowok main bola lagi, mereka langsung memindahkan barang-barang itu ke tempat lebih aman agar mereka bisa bermain bola dengan leluasa .
Kembali ke laptop .......
Dan entah bagaimana asal-usulnya, hal ini terdengar indah di telinga Pak Djoko .
Padahal kami ga mengekspos cerita ini kepada bangsa dan negara tercinta ini .
Merdeka !! (lho??) .
Akhirnya, beliau menghukum kami semua .
Tanpa banyak cincong, tanpa banyak makanan basi alias basa-basi, kami pun menjalani sejuta hukuman dari beliau .
Anak cewek tetep disuruh berdiri di tengah lapangan volley dengan cahaya terang dari sinar matahari tepat diatas kepala kami .
Sedangkan anak cowok disuruh jalan jongkok mengelilingi lapangan basket .
Sebenernya, anak cewek tuh ga berdosa dan ga ikut campur dalam hal ini, tapi bagaimana pun juga anak cewek selalu mendukung anak cowok dalam berekspresi .
Karena dari lubuk hati yang paling terdalam, anak cewek tuh saling mengasihi satu sama lain .
Setelah anak cowok disuruh jalan jongkok, mereka pun disuruh bermain bola .
Meskipun pada waktu itu kami lagi dihukum, tetapi keceriaan pada wajah kami tetap tidak pernah pudar .
Anak cewek yang menjadi penonton memberikan tepuk tangan yang sangat meriah pada anak cowok yang lagi bermain bola .
Padahal anak cewek ga dibayar sepeser pun oleh pemerintah .
Waktu demi waktu yang kami jalani sebagai tersangka utama di lapangan sekolah tak kunjung usai .
Kami kembali menjalani hukuman di depan lab fisika, yaitu membuat cerita minimal 5 paragraf tentang pembangunan sekolah (kurang lebihnya kayak gitu lah, maklum udah lupa sih) .
Intinya tentang kritik dan saran kami sebagai murid akan pembangunan sekolah kami yang ambruk .
Ending .......
Hal tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami semua .
Kami berjanji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi (tapi kalo inget :D) .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar